Misteri Suara Dentuman di Jabodetabek Belum Terkuak

- Selasa, 14 April 2020 | 14:31 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

BOGOR, AYOJAKARTA.COM -- Suara dentuman yang beberapa kali terdengar oleh warga di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada Sabtu (11/4/2020) dini hari masih menyimpan misteri. Hal itu diungkapkan Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono. 

"Hingga saat ini belum ada satu pun pihak yang dapat mengungkap penyebab sumber bunyi dentuman tersebut disertai bukti-bukti ilmiahnya. Untuk sementara, dugaan sumber suara dentuman dari beberapa pihak sudah dikemukakan meskipun memiliki kelemahan," ujar Daryono dikonfirmasi Ayobogor.com, jaringan AyoMedia, melalui telepon seluler, Selasa (14/4/2020).

Dia merinci dugaan sumber suara, pertama dari gempa tektonik, menurut Daryono, gempa tektonik memang dapat mengeluarkan bunyi ledakan jika magnitudonya cukup signifikan dengan hiposenter sangat dangkal. Namun suara ledakan yang timbul saat gempa biasanya hanya sekali saja saat terjadi deformasi batuan utama, tidak seperti dentuman yang beruntun terus menerus seperti kemarin pagi.

Terkait dugaan gempa tektonik adapula yang mengaitkan suara dentuman pagi itu mirip peristiwa dentuman gempa Bantul, Yogyakarta 2006. Dalam beberapa kasus, gempa Bantul memang menyebabkan timbulnya suara dentuman, tetapi bunyi dentumannya tidak terus menerus, di mana satu gempa menghasilkan satu detuman. 

AYO BACA : Wawali Bogor Ungkap Usulan Ekstrem Kepala Daerah Bodebek soal KRL

Gempa Bantul dapat mengeluarkan bunyi karena sumbernya dangkal dan dekat zona karst yang bawah permukaannya berongga sehingga dapat menjadi sumber bunyi jika ada pukulan gelombang seismik. 

"Di Bantul, setiap terjadi dentuman maka sensor seismik selalu mencatat sebagai event gempa, sementara saat terjadi dentuman kemarin sensor gempa BMKG tidak mencatat adanya gempa. Berdasarkan fakta ini maka rangkaian suara dentuman Sabtu pagi lalu tidak berkaitan dengan aktivitas gempa tektonik," jelas Daryono. 

Kedua dugaan suara dari peristiwa longsoran. Menurut Daryono longsoran yang dipicu oleh adanya deformasi batuan yang melampaui batas elastisitasnya akan menimbulkan pelepasan energi secara tiba-tiba hingga dapat mengeluarkan suara dentuman. Namun demikian, peristiwa longsoran tidak mungkin terjadi secara berulang-ulang, terus menerus sebanyak dentuman yang didengarkan masyarakat pagi itu.

Suara Langit

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Rencana Pembukaan Wisata Malam Kebun Raya Bogor Dikritik

Senin, 27 September 2021 | 19:11 WIB

Makin Macet, Pembangunan Jalur Puncak 2 Kian Penting

Minggu, 26 September 2021 | 10:50 WIB

Kisruh Lahan Rocky Gerung dengan Sentul City Kian Samar

Jumat, 24 September 2021 | 10:33 WIB
X