Pembukaan Akses Kawasan Terisolir Akibat Longsor di Sukajaya Sudah Rampung

- Senin, 3 Februari 2020 | 21:44 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sedang berbincang dengan Presiden Jokowi dan Menteri LHK Siti Nurbaya dalam kunjungan ke Kecamatan Sukajaya, Bogor. (Dok. Biro Komunikasi Publik PUPR)
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sedang berbincang dengan Presiden Jokowi dan Menteri LHK Siti Nurbaya dalam kunjungan ke Kecamatan Sukajaya, Bogor. (Dok. Biro Komunikasi Publik PUPR)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, kembali meninjau lokasi terdampak banjir dan longsor di dua desa Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2/2020). 

Dua desa yang dikunjungi tersebut adalah Desa Harkatjaya dan Desa Pasir Madang. Turut hadir dalam agenda itu antara lain Menko PMK Muhadjir Effendy, Kepala BNPB Doni Monardo, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Moeldoko dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. 

Ini merupakan kali kedua Jokowi mengunjungi Sukajaya. Pada awal Januari lalu, Presiden Jokowi bersama jajarannya juga meninjau lokasi yang sama untuk bertemu para korban banjir dan longsor di Desa Harkatjaya, mengingat desa lainnya sebagian besar masih terisolasi sehingga tidak bisa dilewati.

Saat ini Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembukaan akses jalan menuju beberapa desa yang sempat terisolir akibat hujan deras pada Rabu 1 Januari 2020 yang membuat Sungai Cidurian di Kabupaten Bogor meluap. 

Sejak kejadian hingga masa tanggap darurat berakhir pada 30 Januari 2020, tercatat Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI Jakarta Ditjen Bina Marga telah menurunkan 16 kendaraan alat berat untuk membuka akses menuju desa-desa yang terisolir bisa diakses. Berdasarkan data yang terkumpul, total 121 titik longsor pada 12 ruas jalan sepanjang 35,96 km di Kecamatan Sukajaya, Bogor sudah selesai dibuka. 

Dua belas ruas jalan tersebut yakni, ruas jalan Desa Sukamulih-Desa Pasir Madang (2,3 km) sebanyak 9 titik longsor, Desa Pasir Madang-Desa Cileuksa (5,3 km) sebanyak 20 titik longsor, Desa Pasir Madang-Kampung Cibarani (3 km) sebanyak 22 titik longsor, Kampung Cileuksa Utara-Kampung Cileuksa Hilir (3,5 km) sebanyak 8 titik longsor, Desa Harkatjaya-Desa Kiarapandak (2,36 km) sebanyak 16 titik longsor, Desa Kiarapandak-Desa Kiarasari (9,89 km) sebanyak 11 titik longsor, Kampung Parigi-Kampung Banar (1,16 km) sebanyak 8 titik longsor, Kampung Pasir Walang-Desa Pasir Madang (5,1 km) sebanyak 10 titik longsor, Kampung Babakan Ciberani-Desa Cisarua (2,15 km) sebanyak 9 titik longsor, Kampung Babakan Ciberani-Kampung Cibarani (1 km) sebanyak 7 titik longsor, dan Kampung Pasir Walang-Kampung Nyomplong (0,2 km) sebanyak 1 titik longsor. 

Presiden Jokowi dalam tinjauannya ke Sukajaya Bogor kali ini mengatakan akan mendorong upaya pendekatan vegetatif dalam penanganan bencana banjir dan longsor, di samping pendekatan fisik lewat pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan tanggul atau bronjong penahan longsor. 

"Jadi di tempat-tempat yang terjadi bencana banjir dan utamanya yang tanah longsor, pendekatan kita sekarang bukan hanya pendekatan-pendekatan fisik, bukan hanya bangunan-bangunan fisik, tetapi juga yang berkaitan dengan vegetatif seperti ini, sehingga ekosistem yang ada itu tidak terganggu dan rusak karena memang kita perbaiki. Misalnya, saya berikan contoh di Sukajaya ini," kata Presiden di Kebun Bibit Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya.

Dengan dua pendekatan tersebut, presiden berharap bencana banjir dan longsor bisa diselesaikan dan tidak terulang kembali. Dia meminta agar tanaman yang sudah ditanam hari ini tak dicabut oleh masyarakat. Dia meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam.

Halaman:

Editor: Aldi Gultom

Tags

Terkini

Rencana Pembukaan Wisata Malam Kebun Raya Bogor Dikritik

Senin, 27 September 2021 | 19:11 WIB

Makin Macet, Pembangunan Jalur Puncak 2 Kian Penting

Minggu, 26 September 2021 | 10:50 WIB
X