Pelanggaran Pemilu 2019 di Jabar Didominasi Politik Uang

- Kamis, 5 Desember 2019 | 08:32 WIB
Ilustrasi tolak politik uang. (rri.co.id)
Ilustrasi tolak politik uang. (rri.co.id)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat mengungkapkan bahwa pelanggaran Pemilu 2019 di wilayahnya didominasi oleh praktik politik uang.

"Pelanggaran terbanyak itu politik uang yang dilakukan oleh tim pemenangan peserta pemilu," kata Koordinator Bidang (Kobid) Hukum Data dan Informasi Bawaslu Provinsi Jabar, Yusuf Kurniawan, dalam Diskusi Media dan Evaluasi Bawaslu di Cico Resort Bogor, Kota Bogor, Rabu (4/12/20129).

Ia mencatat sedikitnya 942 pelanggaran pada Pemilu 2019 di Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, 620 pelanggaran merupakan temuan langsung Bawaslu, sedangkan sisa 326 pelanggaran merupakan laporan dari masyarakat atau peserta pemilu.

Dari keseluruhan pelanggaran, ada yang diselesaikan oleh Bawaslu tingkat kabupaten/kota, ada pula yang diselesaikan di tingkat provinsi. Beberapa berlanjut ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Ada juga yang diproses di Mahkamah Konstitusi. Akan tetapi, semuanya bisa diselesaikan dengan baik," kata Yusuf.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Bogor, Yustinus Elyas, menjelaskan bahwa pelanggaran pemilu di Kota Bogor berjumlah 13 pelanggaran.

"Dari 13 pelanggaran itu, tiga temuan di antaranya dari Bawaslu Kota Bogor, dan 10 laporan dari masyarakat atau salah satu peserta Pemilu 2019," jelas Yustinus.

Editor: Aldi Gultom

Tags

Terkini

Kisruh Lahan Rocky Gerung dengan Sentul City Kian Samar

Jumat, 24 September 2021 | 10:33 WIB

Investasi Bodong Guru di Bogor, Ini Modusnya

Kamis, 23 September 2021 | 19:58 WIB

Guru MI di Bogor Tipu 837 Orang Lewat Investasi Bodong

Kamis, 23 September 2021 | 18:03 WIB
X