Bima Arya Sebut Pembentukan Provinsi Bogor Raya Menyangkut Masa Depan Warga

- Jumat, 23 Agustus 2019 | 15:33 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya (ayobogor.com)
Wali Kota Bogor Bima Arya (ayobogor.com)

BOGOR, AYOJAKARTA.COM--Wali Kota Bogor, Bima Arya meluruskan soal wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya yang beberapa waktu belakangan menjadi perbincangan banyak pihak.

Bima menjelaskan wacana Bogor Raya bukan semata soal rencana untuk membentuk provinsi baru namun wacana itu ada sebagai respon memikirkan Bogor dimasa yang akan datang seiring pertumbuhan kota.

"Terlalu sempit kalau hanya dipahami sebagai proposal provinsi, bukan itu, ini bukan tentang provosal pembentukan provinsi, ini tentang masa depan warga Bogor," ujar Bima Jumat (23/8/2019).

Bima mengatakan dalam waktu beberapa tahun Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor diprediksi akan turun karena Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang drop disebabkan oleh lahan yang makin terbatas. Oleh sebab itu pemerintah harus mengantisipasinya.

"Belum lagi kita juga harus antisipasi arus urbanisasi, pertumbuhan penduduk yang tinggi, belum lagi kalau ibukota pindah, bagaimana dampaknya ke Kota Bogor, kan ini harus kita kaji jadi ini bukan tentang provosal pembentukan provinsi dari Bogor ini tentang berpikir masa depan Bogor," kata Bima.

Dia menambahkan untuk mengantisipasi permasalahan dimasa akan datang itu ada beberapa opsi yang bisa diambil yakni perluasan wilayah Kota Bogor, pembentukan provinsi Bogor Raya, bergabung dengan DKI Jakarta atau menata koordinasi antara wilayah di Jabodetabek.

Beberapa opsi yang ada itu kata Bima akan dikaji terlebih dahulu oleh Pemkot Bogor bersama IPB dan akan segera dianggarkan.

"Kita harap akhir tahun ada rekomendasi dari tim pengkajian ini untuk kemudian disampaikan ke DPRD, Kemendagri dan lain-lain, jadi belum tentu Provinsi Bogor Raya yang jadi opsi, mungkin saja rekomendasinya mekanisme koordinasi di jabodetabek atau yang lainnya," tukas Bima.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

X