Kota Bogor Tunggu Petunjuk Pusat Soal Pelaksanaan Vaksin Booster Covid-19

- Jumat, 7 Januari 2022 | 12:49 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat meninjau vaksinasi Covid-19 untuk bumil  (Dokumen Pemkot Bogor)
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat meninjau vaksinasi Covid-19 untuk bumil (Dokumen Pemkot Bogor)

AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Kota Bogor menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis terkait rencana pemerintah pusat yang akan melakukan penyuntikan dosis ketiga atau vaksin booster Covid-19 mulai 12 Januari 2022.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan vaksin booster Covid-19. Khususnya soal besaran tarif booster vaksin Covid-19.

"Kami masih menunggu juklak-juknis dari pemerintah pusat soal vaksin booster Covid-19. Apalagi kan tidak semua vaksin booster Covid-19 ini gratis. Jadi kami masih tunggu tanggal pelaksanaan dan pembiayaannya," katanya, Jumat 7 Januari 2022.

Baca Juga: Seorang Remaja Tewas Terkena Bacokan Salah Sasaran, Polisi Periksa 11 Orang yang Terlibat Tawuran di Cengkaren

Dedie menambahkan, program vaksin booster Covid-19 sudah menjadi arahan dari Presiden RI Joko Widodo, yang disebut bakal dilaksanakan pada 12 Januari nanti.

Ia berharap, vaksin booster ini tidak hanya diberikan salah satunya kepada golongan lanjut usia (lansia) saja, tapi juga para tenaga pengajar. Karena hal ini berkaitan dengan arahan pemerintah untuk membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen, di tengah penerapan PPKM Level 2.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dr Sri Nowo Retno mengatakan, salah satu syarat pelaksanaan vaksin booster Covid-19 yakni capaian vaksinasi dosis pertama minimal 70 persen dan dosis kedua minimal 60 persen.

Baca Juga: Mantap! Gaji dan Tunjangan DPRD DKI Naik Rp26,42 M, Setiap Anggota Dewan Kantongi Rp139 Juta per Bulan

"Karena capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama sudah 100,88 persen dan dosis kedua sudah 78,14 makannya Kota Bogor sudah bisa melakukan vaksin booster Covid-19. Tapi kami masih menunggu juklak-juknis dari pemerintah pusat," tutupnya.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X