Seorang Mahasiswa Tewas Digigit, Ini Upaya IPB University Tangani Serangan Ular

Husnul Khatimah
- Minggu, 21 November 2021 | 12:58 WIB
Temuan ular cobra di Lanskap IPB. (ilustrasi)
Temuan ular cobra di Lanskap IPB. (ilustrasi)

TEBET, AYOJAKARTA - Sebagai kampus biodiversitas dengan masih adanya lahan berhutan dan kebun yang cukup luas, IPB University telah mengidentifikasi keberadaan jenis-jenis satwa liar. IPB juga telah menerapkan protokol keamanan untuk beberapa titik yang berpotensi terjadi serangan satwa liar.

Upaya ini dilakukan dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh warga IPB University dalam menjalankan aktivitas akademiknya. Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University, Drajat Martianto, mengatakan hal ini juga dilakukan dalam menanggapi musibah yang menimpa salah satu mahasiswa, yang meninggal yang diduga karena digigit ular pada Rabu (17/11) lalu.

“Kejadian mahasiswa meninggal di kebun karena digigit ular yang terjadi beberapa hari lalu adalah baru pertama kali terjadi di IPB University,” ujar Drajat dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Ahad (21/11).

Terkait musibah yang menimpa salah satu mahasiswanya tersebut, Drajat mengatakan tidak ingin kejadian serupa terulang lagi. “Oleh karenanya kami akan terus melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan,” tutur dia.

Ketua Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE) IPB University, Nyoto Santoso, menyebutkan langkah pencegahan dan penanganan yang dilakukan oleh warga kampus IPB University. Pertama, melakukan pembersihan di area-area dekat tempat praktikum, praktik lapang dan hunian serta fasilitas kampus.

Kedua, lanjut dia, menegakkan implementasi Kesehatan, Keselamatan, Keamanan dan Lingkungan (K3L). Ketiga, menjaga biodiversitas dan keseimbangannya. Keempat, Nyoto mengaku akan melakukan edukasi kepada warga IPB University yang melakukan aktivitas di lapang, terutama di kebun percobaan, tentang pengenalan, pencegahan dan penanganan bahaya ular berbisa. Terakhir, melakukan upaya pencegahan dan penegakan aturan untuk mereka yang menangkap atau berburu biawak di dalam kampus, yang merupakan musuh alami ular cobra.

“Jadi IPB University itu bukan seolah-olah baru tanggap ketika telah terjadi kasus, tetapi sudah tahu jauh-jauh hari soal ular dan paham bahwa ular ini ada di mana-mana,” tegasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dari 250 hektare luas kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor sebagian besar di antaranya masih banyak memiliki areal berhutan.

Ia menyebut, ada sekitar 20 hektare area belakang kampus dan sekitar 10 hektare area berhutan, masih berbentuk hutan lebat dan dihuni satwa liar. Oleh karena itu dia mengimbau agar warga kampus agar melakukan protokol keamanan ketat, jika ingin beraktivitas di area tersebut

Halaman:

Editor: Husnul Khatimah

Sumber: Republika

Tags

Terkini

6 Oleh-oleh Khas Bogor yang Wajib Dibeli!

Sabtu, 20 November 2021 | 17:09 WIB
X