24 Siswa SD Positif Covid-19, Pemkot Bogor Waspada Potensi Gelombang 3 Covid-19

- Minggu, 21 November 2021 | 12:24 WIB
Proses penerapan protokol kesehatan di masa PTM terbatas di sejumlah sekolah di Kota Bogor. (Dok Pemkot Bogor)  
Proses penerapan protokol kesehatan di masa PTM terbatas di sejumlah sekolah di Kota Bogor. (Dok Pemkot Bogor)  

 
TANAHSAREAL, AYOJAKARTA - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SDN Sukadamai 2 di Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor dihentikan selama 10 hari kedepan.
 
Kebijakan tersebut diambil Pemkot Bogor menyusul adanya temuan 24 kasus positif Covid-19 pada pelajar dan guru di sekolah tersebut. 
 
"Penghentian PTM itu kami lakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami juga langsung mengintruksikan kepada instansi terkait untuk melakukan tracing atas temuan kasus positif ini," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Sabtu 20 November 2021.
 
24 kasus positif Covid-19 tersebut diketahui berdasarkan hasil tracing yang dilakukan pihaknya. Sebab, pada Rabu 17 November 2021 lalu di sekolah tersebut terdapat 5 kasus positif Covid-19.
 
"Kami melakukan tracing kepada 50 yang kontak erat, dan ditemukanlah 24 kasus positif Covid-19 yang terdiri dari 14 siswa dan 10 guru," ujarnya.
 
Kendati demikian, Pemkot Bogor masih dapat bernafas lega. Sebab dari 24 kasus positif tersebut semuanya tanpa gejala. Hal ini menunjukkan bahwa saat ini herd immunity masyarakat sudah mulai terbentuk.
 
"Semuanya tanpa gejala dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Saya kira ini indikasi herd immunity sudah terbentuk. Mudah-mudahan kasus ini bukan indikasi gelombang ketiga. Semoga saja ini indikasi herd immunity," paparnya.
 
Bima Arya menjelaskan, sejak awal PTM di Kota Bogor pihaknya sudah mengintruksikan agar instansi terkait melakukan screening secara rutin sebulan sekali. Hal tersebut dilakukan untuk menekan potensi penyebaran Covid-19 di masa PTM terbatas.
 
Bima Arya meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan observasi selama 10 hari ke depan termasuk melakukan tracing kontak erat. 
 
Bima Arya juga menginstruksikan Dinas Pendidikan (Disdik) agar berkoordinasi dengan pihak sekolah, untuk memantau sekolah yang bersangkutan jika ada yang bergejala.
 
Atas penemuan kasus tersebut, pihaknya tetap siaga dan waspada. Untuk rumah sakit lapangan siap diaktivasi, kemudian tempat isolasi di Pusdiklatwas BPKP Ciawi juga siap dioperasikan dan semuanya sudah siaga. (Yogi Faisal)
 
 
 

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

6 Oleh-oleh Khas Bogor yang Wajib Dibeli!

Sabtu, 20 November 2021 | 17:09 WIB
X