PPKM Level 1, Pemkot Bogor Fokus Kembangkan Destinasi Wisata Kampung Etnik Pulo Geulis

- Kamis, 18 November 2021 | 18:44 WIB
 Salah satu ruas jalan di Kampung Etnik Pulo Geulis, yang akan dijadikan sebagai icon wisata edukasi. (Yogi Faisal)
Salah satu ruas jalan di Kampung Etnik Pulo Geulis, yang akan dijadikan sebagai icon wisata edukasi. (Yogi Faisal)

 

KOTA BOGOR, AYOJAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor saat ini tengah fokus pada peningkatan dan pengembangan kawasan wisata. Hal tersebut dilakukan mengingat saat ini Kota Bogor sudah memasuki PPKM Level 1.
 
Salah satu yang menjadi fokus pengembangan wisata Pemkot Bogor ialah pengembangan wisata di Kampung Etnik Pulo Geulis, di Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
 
Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan pada Kelurahan Babakan Pasar, R. Giri Maya Yudistira mengatakan, secara umum Kampung Etnik Pulo Geulis memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata bertajuk kampung etnik. 
 
Kampung Pulo Geulis sendiri memiliki luas wilayah sekitar 3,5 hektar dengan jumlah penduduk 2.684 dari 773 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari berbagai etnik seperti Sunda dan Tionghoa.
 
Di Kampung Pulo Geulis juga terdapat Kelenteng Pan Kho Bio atau yang saat ini dikenal sebagai Vihara Maha Brahma yang ditemukan sejak tahun 1703 silam. Yang menjadikan kelenteng tersebut kelenteng tertua di Kota Bogor.
 
"Dengan latar belakang itu, kami rasa Pulo Geulis sangat tepat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata bertajuk kampung etnik. Mengingat sejarah panjang yang ada di sini," katanya, kepada ayobogor.com-jejaring Ayojakarta, Kamis 18 November 2021.
 
Pengembangan Kampung Etnik Pulo Geulis dimulai Pemkot Bogor sejak Maret 2021 lalu. Namun lantaran pandemi Covid-19, pengembangan wisata tersebut sempat tertunda. Kini Pemkot Bogor kembali melanjutkan rencana besar tersebut.
 
Selain memperkenalkan wisata edukasi yang syarat akan budaya dan sejarah, pengembangan wisata Kampung Etnik Pulo Geulis juga fokus pada pengembangan perekonomian masyarakat. Salah satunya kepada pelaku Usaha Kecil Menengah dan Mikro (UMKM) pangan.
 
"Fokus pengembangannya lebih kepada budaya, sejarah, budaya, makanan tradisional, musik tradisional, permainan tradisional dan aneka kegiatan lainnya yang berkaitan dengan budaya dan sejarah," ujarnya.
 
Pengembangan juga akan dilakukan pada perbaikan infrastruktur dan sarana dan prasarana penunjang lainnya tahun depan. Mulai dari jalanan, drainase, juga tembok-tembok berisi mural yang saat ini tampak terbengkalai.
 
Sebuah lapangan yang berada di tengah kampung, rencananya juga akan diubah menjadi plataran untuk pertunjukan. Lengkap dengan tribun untuk tempat penonton menyaksikan pertunjukkan barongsai, sepak bola api, serta drama musikal tentang sejarah.
 
Jika tak ada aral melintang, rencananya untuk promosi wisata Kampung Etnik Pulo Geulis itu akan dikerjasamakan dengan sejumlah hotel yang ada di Kota Bogor.
 
"Untuk ticketing rencananya kerjasama dengan pihak hotel. Nanti bagaimana caranya tamu hotel di saat waktu senggang, diarahkan ke program event ini. Misal sore menyaksikan barongsai, petang menyaksikan sepak bola api, atau drama musikal," ungkapnya.
 
Wakil Penasehat Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Pulo Geulis Jalaludin mengatakan, pihaknya juga sudah menyiapkan tempat yang akan dijadikan sebagai calon pusat oleh-oleh khas Kampung Etnik Pulo Geulis.
 
Rencananya tempat itu akan menjual beragam cinderamata khusus khas Kampung Etnik Pulo Geulis. Mulai dari kerajinan tangan, makanan dan aneka oleh-oleh lainnya khas Kampung Etnik Pulo Geulis.
 
"Nantinya sentra oleh-oleh dan cinderamata ini akan diisi dengan beragam kerajinan dari warga sekitar. Seperti kerajinan tangan, makanan ringan, dan produk masyarakat lainnya. Jadi kami akan menjual produk khusus yang benar-benar dibuat oleh warga sekitar," kata dia. 
 
 

Editor: Firda Puri

Terkini

6 Oleh-oleh Khas Bogor yang Wajib Dibeli!

Sabtu, 20 November 2021 | 17:09 WIB
X