Jadi Primadona Baru, Satu Hari Bus Kita Trans Pakuan Angkut 1.830 Penumpang

- Selasa, 9 November 2021 | 17:10 WIB
Penampakan Bus Kita Trans Pakuan yang merupakan hasil kolaborasi Pemkot Bogor dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) lewat Buy The Service (BTS). (Dok Pemkot Bogor)
Penampakan Bus Kita Trans Pakuan yang merupakan hasil kolaborasi Pemkot Bogor dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) lewat Buy The Service (BTS). (Dok Pemkot Bogor)

 

KOTA BOGOR, AYOJAKARTA - Sejak diluncurkan pada Selasa 2 November 2021 lalu, Bus Kita Trans Pakuan nampaknya sudah mendapatkan hati di masyarakat Kota Bogor.
 
Tercatat hingga Minggu 7 November 2021 kemarin, bus hasil kerjasama Pemkot Bogor dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) itu, sudah mengangkut 10.977 penumpang sejak diluncurkan satu pekan terakhir ini.
 
Direktur Angkutan BPTJ Tatan Rustandi mengatakan, bus yang beroperasi di jalur trayek koridor 5 Stasiun Bogor - Ciparigi itu, memang tengah digandrungi oleh masyarakat.
 
Berdasarkan data yang ada pada pihaknya, rata-rata jumlah penumpang harian Bus Kita Trans Pakuan itu berkisar di angka 1.830 penumpang perhari.
 
"Total penumpang hingga Minggu 7 November 2021 kemarin di angka 10.977. Penumpang paling banyak itu pada Sabtu 6 November 2021 di angka 2.400 penumpang. Tapi kalau dipukul rata, perhari bisa mencapai 1.830 penumpang," katanya, Selasa 9 November 2021.
 
Menurut Tatan, antusiasme warga Kota Bogor menjadi semangat bagi operator dan semua pihak yang terlibat untuk meningkatkan pelayanan. Kendati demikian, masih banyak yang harus diperbaiki, baik meliputi sarana, prasarana, maupun operasional. 
 
Dia menyebutkan, kekurangan yang ditemui pada aspek sarana misalnya belum ada tanda informasi larangan makan atau minum di dalam bus, belum terdapat hand sanitizer, serta ada AC di salah satu unit armada yang kurang dingin. 
 
Sementara itu, sambung Tatan, menyangkut prasarana dan hambatan operasional ada kondisi halte belum steril, masih kurang rambu stop, serta dukungan pengaturan lalu lintas sepanjang koridor. 
 
Dari situ, Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor sebagai operator menyanggupi untuk memperbaiki aspek layanan sarana, sementara Dinas Perhubungan Kota Bogor juga terus akan meningkatkan dukungan terkait aspek prasarana dan pengamanan lalu lintas koridor. 
 
“Memang tidak mungkin sebuah layanan publik yang baru operasional, langsung berfungsi maksimal tanpa kekurangan. Itulah perlunya uji coba sehingga dapat dilakukan evaluasi dan perbaikan,” katanya. 
 
Sekedar diketahui, rencananya Pemkot Bogor bakal mendapatkan 75 Bus Kita Trans Pakuan dari BPTJ Kementerian Perhubungan. Namun dari jumlah tersebut, baru 10 bus yang mulai beroperasi di Kota Bogor.
 
Rencananya, pada 2021 ini Pemkot Bogor bakal mendapatkan 49 bus yang akan datang secara bertahap hingga akhir tahun ini. Sementara sisanya akan datang secara bertahap pada tahun depan. 

Editor: Firda Puri

Tags

Terkini

6 Oleh-oleh Khas Bogor yang Wajib Dibeli!

Sabtu, 20 November 2021 | 17:09 WIB
X