Pemkab Bogor Gelontorkan Rp600 Juta Demi Tingkatkan Kualitas ASN

- Rabu, 15 September 2021 | 11:32 WIB
Ilustrasi pencairan bansos (Pixabay)
Ilustrasi pencairan bansos (Pixabay)
 
CIBINONG, AYOJAKARTA - Demi meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor gembleng aparatur desa lewat program 'Sekolah Pemerintahan Desa'.
 
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor Renaldy Yushab Fiansyah mengatakan, Sekolah Pemerintahan Desa merupakan program kolaborasi Pemkab Bogor dengan IPB University demi meningkatkan mutu dan kualitas aparatur desa.
 
Tahap pertama Program Sekolah Pemerintahan Desa ini bakal diikuti 40 desa yang ada di Kabupaten Bogor. Di mana setiap desa wajib mengirimkan tiga peserta yang terdiri dari kepala desa, perangkat desa dan operator desa.
 
"Karena ini perdana, sementara baru 40 desa yang kami wajibkan untuk ikut program Sekolah Pemerintahan Desa," katanya kepada ayobogor.com Rabu 15 September 2021.
 
Secara umum program Sekolah Pemerintahan Desa ini menggunakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor, dengan besaran anggaran Rp5 juta untuk setiap peserta.
 
Rencananya jika APBD Kabupaten Bogor mencukupi, program Sekolah Pemerintahan Desa ini bakal kembali diadakan pada tahun depan. Agar seluruh aparatur wilayah di 410 desa dan 16 kelurahan yang ada di Kabupaten Bogor bisa merasakan manfaat dari program ini.
 
Program Sekolah Pemerintahan Desa ini nantinya bakal berisikan sejumlah materi khusus yang terbagi dalam tiga klasifikasi. Baik materi khusus untuk kepala desa, materi khusus perangkat desa hingga materi untuk operator desa.
 
Untuk kepala desa materi yang akan diberikan ialah lebih kepada edukasi kepekaan permasalahan dan potensi yang ada di desa. Sementara materi untuk operator dan perangkat desa lebih kepada edukasi peningkatan kemampuan dalam mengoperasikan alat dan teknologi.
 
"Materi sekolah pemerintahan desa ini lebih kepada praktek langsung yang bersinggungan dengan kegiatan di pemerintahan desa. Karena untuk mencapai program desa digital, pemerintah desa harus melek teknologi, makannya kami berikan mereka pelatihan ini," ujarnya.
 
Jika tak ada halangan, rencananya program Sekolah Pemerintahan Desa ini bakal berlangsung pada September ini dan berakhir pada Desember mendatang.
 
Setelah mengikuti Sekolah Pemerintahan Desa, pihaknya akan mengadakan ujian dan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana efektivitas program Sekolah Pemerintahan Desa ini.
 
"Setelah lulus Desember nanti perangkat desa akan kami ukur kemampuannya. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini setiap desa memiliki data desa presisi, sebagai bahan perencanaan pembangunan dan pengembangan desa. Jadi nanti pada saat menyusun perencanaan mereka sudah punya dasar dan tidak sembarang dalam melakukan pembangunan dan pengembangan desa," tutupnya.

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Dua Ruang Kelas SD di Bogor Tiba-tiba Ambruk

Kamis, 16 September 2021 | 17:42 WIB

Ganjil Genap Puncak Kembali Diberlakukan Pekan ini

Kamis, 16 September 2021 | 12:19 WIB
X