Nasib Pengrajin Tahu-Tempe saat Harga Kedelai Tak Bisa Dijangkau

- Minggu, 3 Januari 2021 | 07:51 WIB
ilustrasi pengrajin tahu/ Ayobogor
ilustrasi pengrajin tahu/ Ayobogor

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Tahu dan tempe, makanan merakyat Indonesia yang menjadi andalan makanan rumah kini sedang dilanda kegundahan. Menu lauk andalan harga murah bergizi tinggi ini justru berada dalam rasa yang 'pahit'. Betapa tidak, harga impor kedelai yang menjulang tinggi tak lagi membuat para pengrajinnya mampu bertahan.

Aksi mogok sudah dilakukan para pengrajin makanan berbahan dasar kedelai ini. Tak sedikit yang harus gulung tikar lantaran tak mampu menjangkau kedelai, sehingga alat produksinya tak lagi beroperasi.

Tarjumi (60) menjadi contoh warga yang merasakan bagaimana tempe dan tahu kini pahit. Salah seorang pedagang tahu dan tempe ini mengaku tak lagi mendapatkan pemasukan lantaran tingginya harga kedelai.

AYO BACA : Cara Cek Bantuan PKH 2021 di dtks.kemensos.go.id

“Dampak mogok selama tiga hari ini sangat jelas, karena ini saya nganggur dan tidak ada pemasukan apa-apa. Kita sebagai pedagang kecil supaya pemerintah mengerti apa yang dirasakan pedagang kecil, kami berharap pemerintah bisa menstabilkan harga kedelai, kalau bisa kembali lagi melalui Bulog,” ujar Tarjumi, sebagaimana dilansir Bantennews.co.id dalam Suara.com - jaringan Ayojakarta, Sabtu (2/1/2021).

Hal itu diamini Ketua Umum Sahabat Pengrajin Tempe Pekalongan (SPTP) Indonesia, Haryanto. Ia mengaku tak sedikit para pengrajin yang tergabung dalam organisasinya banyak yang gulung tikar akibat dari kenaikan harga kedelai.

Pengrajin tahu dan tempe asal Pekalongan yang kini tinggal di Tangerang itu berharap, pemerintah bisa menekan kembali harga kedelai seperti semula.

AYO BACA : Lusiawati Dewi Ajak Berinovasi Tempe untuk Naik Kelas

“Dengan adanya kenaikan harga kacang kedelai import yang sangat tinggi dari Rp 7000, kini berubah menjadi Rp 9500 per kilonya telah menimbulkan keresahan. Lonjakan harga ini akan memicu para pengrajin gulung tikar. Kami berharap kepada pemerintah bisa menstabilkan kembali harga seperti semula,” ucap Haryanto.

Halaman:

Editor: Fitria Rahmawati

Tags

Terkini

Yamaha Berikan Diskon Servis di Bulan September Ceria

Jumat, 10 September 2021 | 17:23 WIB

Beli Yamaha Gear 125 Hemat Hingga Rp 3,5 Juta

Jumat, 10 September 2021 | 17:15 WIB

Performa dan Rencana Strategi bank bjb syariah 2021

Senin, 6 September 2021 | 15:57 WIB
X