Amerika Pertimbangkan Pemblokiran TikTok

- Senin, 20 Juli 2020 | 09:59 WIB
TikTok merupakan aplikasi asal Tiongkok yang tengah mendapat sorotan publik, salah satunya mengenai masalah keamanan data pribadi penggunanya (Unsplash.com/Kon Karampelas)
TikTok merupakan aplikasi asal Tiongkok yang tengah mendapat sorotan publik, salah satunya mengenai masalah keamanan data pribadi penggunanya (Unsplash.com/Kon Karampelas)

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Amerika Serikat sedang mempertimbangkan pemblokiran beberapa aplikasi milik Tiongkok, salah satunya TikTok. Wacana pemblokiran tersebut muncul karena adanya pertimbangan ancaman keamanan nasional.

Mengutip dari CNN, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengatakan pemblokiran aplikasi TikTok tengah dipertimbangkan dengan serius. Ia menambahkan, masyarakat hanya boleh mengunduh aplikasi tersebut jika ingin data pribadinya berada di tangan Partai Komunis China.

AYO BACA : YouTube Menguji Fitur Baru Mirip Tiktok

Menanggapi pernyataan Pompeo, TikTok pun angkat bicara. “TikTok dipimpin oleh CEO Amerika, dengan ratusan karyawan dan pemimpin utama di bidang keselamatan, keamanan, produk, dan kebijakan publik di AS,” ujar Juru Bicara TikTok.

TikTok pun membantah adanya ancaman keamanan terhadap data pribadi penggunanya, bahwa TikTok memiliki prioritas tertinggi untuk mempromosikan keamanan bagi pengguna. “Kami tidak pernah memberikan data pengguna kepada Pemerintah China, dan kami juga tidak akan melakukannya jika diminta."

AYO BACA : TikTok for Business Dirilis, Ini Keunggulannya

TikTok telah mengatakan sebelumnya bahwa ia beroperasi secara terpisah dari ByteDance. Dikatakan bahwa pusat datanya terletak sepenuhnya di luar Tiongkok, dan tidak ada data yang tunduk pada hukum Tiongkok. Data pengguna TikTok AS disimpan di AS, dengan cadangan di Singapura.

TikTok merupakan aplikasi milik perusahaan startup asal Beijing, ByteDance. Aplikasi yang tengah menjadi sorotan publik ini sudah diunduh lebih dari 315 juta pengguna dalam kurun waktu 3 bulan pertama tahun ini. Menurut perusahaan analisis, Sensor Tower, pencapaian tersebut adalah unduhan paling banyak dari aplikasi manapun sepanjang sejarah.

Jika pemblokiran TikTok di AS terjadi, maka AS menjadi negara kedua setelah India yang sudah memblokir TikTok sejak 29 Juni lalu.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Cerita Perajin Kain Tapis

Jumat, 24 September 2021 | 07:10 WIB

Yamaha Berikan Diskon Servis di Bulan September Ceria

Jumat, 10 September 2021 | 17:23 WIB

Beli Yamaha Gear 125 Hemat Hingga Rp 3,5 Juta

Jumat, 10 September 2021 | 17:15 WIB
X