Akibat Pandemi Covid-19, Starbucks Merugi 3 Miliar Dolar AS Pada Kuartal Ketiga

- Kamis, 11 Juni 2020 | 13:54 WIB
Gerai Starbucks/ instagram: @starbucks
Gerai Starbucks/ instagram: @starbucks

SEATTLE, AYOJAKARTA.COM - Starbucks memprediksi akan kehilangan omzet lebih dari 3 miliar dolar AS di kuartal ketiga akibat pandemi Covid-19. Namun CEO Starbucks, Kevin Johnson optimis perusahaannya dapat bangkit di sisa tahun ini.

"Merek Starbucks tangguh, loyalitas pelanggan kuat dan kami percaya periode yang paling sulit adalah di belakang kita," kata Johnson dalam sebuah surat terbuka yang dilansir dari AP News, Kamis (11/6/2020).

Johnson mengungkapkan, Starbucks akan memangkas pendapatan operasinya antara 2 miliar hingga 2,2 miliar dolar AS  untuk kuartal yang berakhir 28 Juni nanti. Starbucks kemudian bakal melaporkan hasil kuartal ketiga pada 28 Juli mendatang.

Perusahaan kedai kopi terbesar di dunia ini harus menutup pelayanan langsung di berbagai negara. Bahkan 95% kedai Starbucks di AS hanya melayani delivery order kepada pelanggan mereka.

Pada pertengahan April, perusahaan yang berbasis di Seattle ini mengalami penurunan penjualan sebesar 65%. Sedangkan penjualan pada minggu terakhir Mei tercatat turun 32 persen. 

"Kami mengharapkan penurunan hanya 10% hingga 20% dalam penjualan toko yang sama di AS pada tahun fiskal penuh yang berakhir 27 September," ujar Johnson.

Sementara itu, penurunan penjualan sangat drastis terjadi di China. Pada Februari 2020, penjualan Starbucks di negara ini anjlok 78%. Kemudian, pada akhir Mei, penjualan hanya turun 14%. Namun saat kondisi wabah mulai membaik, 70% gerai Starbucks di China telah beroeprasi secara normal.

Kondisi buruk ini juga berpengaruh terhadap saham Starbucks. Mereka memprediksi sahamnya merugi sekitar 55 sen hingga 70 sen per saham pada kuartal ketiga. Tapi lembaga survei FactSet memprediksi kerugian 16 sen per saham. Untuk kuartal keempat, Starbucks memprediksi penurunan pendapatan 15 sen hingga 40 sen per saham. Sedangkan para analis memprediksi pendapatan 38 sen per saham.

Untuk meminimalisir kerugian lebih besar, Starbucks berencana membangun gerai-gerai kecil di kota besar AS. Mereka hanya akan melayani pembelian melalui aplikasi pesan-antar makanan dan delivery order.

Halaman:

Editor: Fitria Rahmawati

Tags

Terkini

112 Ribu Pelanggan PLN Tambah Daya

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:33 WIB

Upah Minimum Pekerja akan Naik 2022

Minggu, 24 Oktober 2021 | 10:31 WIB

Riding Semakin Keren dengan Yamaha Gear Modification

Senin, 18 Oktober 2021 | 13:12 WIB

Waspada Penipuan Mengatasnamakan bank bjb

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:30 WIB
X