Bincang Bisnis Online bank bjb Dorong UMKM Berdaya Saing di Tengah Pandemi

- Kamis, 14 Mei 2020 | 16:28 WIB

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- bank bjb mendorong agar pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tetap berdaya di tengah hantaman pandemi COVID-19.

Karena itulah bank bjb memberikan pembekalan pengetahuan kepada para pelaku usaha yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional itu. 

Pembekalan dilakukan melalui event Bincang Bisnis Online bank bjb yang diselenggarakan pada Kamis (14/5/2020). Bincang Bisnis ini merupakan kegiatan belajar rutin dan terbuka bagi masyarakat dengan topik kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Sentra UMKM/PESAT Divisi Kredit UMKM bank bjb

Dalam Bincang Bisnis edisi kali ini, bank bjb mengundang Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil, dan Founder The Local Enablers, Dwi Purnomo. Yang terakhir disebut merupakan komunitas para mahasiswa untuk berkolaborasi di dunia usaha.

Diskusi yang membagi pengetahuan dan perspektif ini digelar melalui platform konferensi video Zoom. Pesertanya adalah masyarakat awam dan para pelaku UMKM yang saat ini tengah menghadapi cakrawala usaha baru seiring belum meredanya COVID-19. Bincang Bisnis berjalan interaktif, para peserta tampak antusias mendengarkan penjelasan para pemateri.

"Kami menyadari kehadiran pandemi COVID-19 ini menghadirkan tantangan besar bagi dunia usaha di tanah air. Namun dalam setiap tantangan, selalu ada celah peluang yang dapat dimanfaatkan. Pembekalan pengetahuan yang diberikan bank bjb melalui bincang bisnis ini diharapkan dapat memantik daya kreatif dan semangat juang para pelaku bisnis," kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, Widi hartoto.

Bincang Bisnis bank bjb mengupas berbagai macam tantangan dunia usaha terkini, khususnya para pelaku UMKM, yang menerima dampak negatif situasi pandemi. Terutama bagi mereka yang berada di kawasan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan terdampak aturan pembatasan operasional usaha.

Dari sisi pasar, suka atau tidak suka situasi pandemi ini mengubah mentalitas dan daya beli yang mempengaruhi perilaku konsumen. Para konsumen akan lebih berhati-hati dan selektif dalam membeli sesuatu lantaran mereka tak ingin terkena dampak negatif dari praktik transaksi yang berisiko.

Dampak yang paling terasa adalah adanya penurunan omzet usaha secara bertahap. Tak sedikit bahkan yang terjun bebas. Tapi, di balik itu, faktanya masih ada para pengusaha yang mencatat pertumbuhan lantaran mampu membaca dan memetakan situasi serta mengonversi tantangan menjadi peluang ekspansi. 

Halaman:

Editor: Aldi Gultom

Tags

Terkini

Cerita Perajin Kain Tapis

Jumat, 24 September 2021 | 07:10 WIB

Yamaha Berikan Diskon Servis di Bulan September Ceria

Jumat, 10 September 2021 | 17:23 WIB

Beli Yamaha Gear 125 Hemat Hingga Rp 3,5 Juta

Jumat, 10 September 2021 | 17:15 WIB
X