Petani Dan Nelayan Barter Pangan untuk Siasati Dampak COVID-19

- Minggu, 10 Mei 2020 | 07:53 WIB
Barter pangan melalui Lumbung Pangan Nelayan.
Barter pangan melalui Lumbung Pangan Nelayan.

JAKATA, AYOJAKARTA.COM -- Untuk menyiasati terjadinya kelangkaan bahan pokok di tengah wabah virus corona yang tak kunjung reda, nelayan dan petani pun menggelar barter bahan pangan. Barter bahan pangan ini dilakukan melalui Lumbung Pangan Nelayan.

Sekretaris Jenderal Serikat Nelayan Indonesia (SNI) Budi Laksana mengatakan, kondisi yang dihadapi oleh nelayan dan pekerja perikanan di tengah pandemi COVID-19 sudah sangat terasa. Akhirnya, nelayan yang tergabung dalam SNI melakukan barter bahan pangan dengan Paguyuban Tani Tenajar Indramayu.

Barter itu telah dilakukan dengan menyerahkan ikan olahan kepada Ketua Payuguyuan Tani Tenajar, Aruzy di Desa Tenajar, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada Kamis (7/5/2020) sore. Sementara dari pihak Aruzy menyerahkan beras kepada Budi Laksana.

“Inisiatif barter bahan pangan tersebut merupakan gagasan dan aksi bersama,” tutur Budi dalam keterangannya, Minggu (10/5/2020).

Dari masing-masing bahan pangan yang dibarter tersebut memiliki nilai jual berkesesuaian yang telah disepakati oleh kedua pihak.

Budi mengatakan, dalam praktiknya, Lumbung Pangan mendukung tetap beroperasinya kegiatan produksi kelompok nelayan, pekerja yang terdiri dari kaum laki-laki dan perempuan sektor perikanan, komunitas pesisir dan keluarga mereka.

“Yaitu dengan menyerap dan mendistribusikan produk pangan olahan perikanan, barter bahan pangan yang dilakukan antarnelayan, antara nelayan dengan petani dan antara nelayan dengan kelompok rentan lainnya. Serta, jual-beli bahan pangan,” terang Budi.

Bagi nelayan, lanjutnya, termasuk pekerja perikanan dan keluarga mereka, pandemik COVID-19 berdampak pada harga ikan turun drastis, rantai pasok produksi dan distribusi terganggu. Bahkan, sebagian pengolahan produk perikanan harus berhenti beroperasi.

“Selain kondisi nelayan dan pekerja perikanan tersebut, juga marak terjadi pemutusan hubungan kerja buruh perusahaan, sektor ekonomi informal terpukul parah bahkan nilai mata uang rupiah sempat anjlok terhadap mata uang dolar," ujarnya.

Halaman:

Editor: Widya Victoria

Tags

Terkini

Tips Merawat Motor Saat Liburan, Pengendara Wajib Tahu !

Selasa, 28 Desember 2021 | 14:10 WIB

2.651 Anak TNI Polri Raih Dana Pendidikan BUMN

Selasa, 14 Desember 2021 | 13:47 WIB
X