Wabah Korona Ancam Industri Smartphone

- Kamis, 6 Februari 2020 | 21:53 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

AYOJAKARTA.COM – Wabah korona memorakporandakan berbagai segi kehidupan. Tidak hanya berdampak pada bidang kesehatan, namun juga pada berbagai lini industri.

Menurut vendor chip Qualcomm Inc, wabah korona berpotensi mengancam penjualan dan produksi industri ponsel pintar (smartphone). Pernyataan itu berdampak signifikan turunnya saham-saham perusahaan chip walaupun industri itu sudah menunjukkan tanda-tanda membaik.

AYO BACA : Remaja 16 Tahun Retas Perusahaan Penyedia Internet di Ukraina

"Qualcomm memprediksi, (akan terjadi penurunan) permintaan perangkat dan rantai pasokan di tengah ketidakpastian yang lahir karena virus corona," kata Kepala Keungan Qualcomm, Akash Palkhiwala, dikutip dari Reuters, Kamis (6/2/2020).

Saham Qualcomm turun 3,75% dalam perdagangan pascajam kerja, Rabu (5/2/2020). Tak cuma itu, walau memproyeksikan pendapatan di Kuartal II di atas perkiraan Wall Street, Qualcomm tetap menurunkan batas bawah pedoman laba per saham.

AYO BACA : Asosiasi Operator Telekomunikasi Dorong Penggunaan Spektrum 700 MHz

Palkhiwala mengatakan, untuk memperhitungkan kemungkinan gangguan virus korona, pihaknya menurunkan batas bawah pedoman laba per saham sebesar 5 sen.

Para pejabat Qualcomm mencoba menenangkan kecemasan para analis atas virus itu; mengatakan perusahaan dapat menghadapi gangguan.

"Jika ada masalah, seperti soal rantai pasokan dan permintaan di Tiongkok, kami cenderung memiliki pasar lain untuk mengatasi masalah itu, kami memproyeksikan pasar potensial dalam perencanaan kami," jelas Kepala Eksekutif Qualcomm, Steve Mollenkopf.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Cerita Perajin Kain Tapis

Jumat, 24 September 2021 | 07:10 WIB

Yamaha Berikan Diskon Servis di Bulan September Ceria

Jumat, 10 September 2021 | 17:23 WIB

Beli Yamaha Gear 125 Hemat Hingga Rp 3,5 Juta

Jumat, 10 September 2021 | 17:15 WIB
X