Driver Ojol Harapkan Bekasi Tak Berlakukan PSBB

- Selasa, 7 April 2020 | 19:44 WIB
ilustrasi driver online. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
ilustrasi driver online. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

BEKASI, AYOJAKARTA.COM – Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bekasi tak diharapkan sejumlah mitra pengemudi ojek online (ojol). Mereka merasa aturan ini semakin menambah beban hidup yang kian berat.

Gunawan, pengemudi ojol di Bekasi Timur mengaku khawatir jika PSBB juga akan diterapkan di Bekasi. Pasalnya, kebijakan tersebut mengatur larangan bagi ojol mengangkut penumpang dan hanya diperbolehkan mengantar barang serta makanan.

AYO BACA : Derita Ojol di Tengah Pandemi Covid-19: Takut Anak Kelaparan

“Kalau bisa Bekasi jangan ikutan PSBB kaya Jakarta-lah. Jangan bikin kami makin susah,” katanya kepada Ayobekasi, jaringan AyoMedia, Selasa (7/4/2020).

Dia mengaku pendapatannya berkurang drastis sejak ada pandemi Covid-19 di Indonesia. Jika biasanya dalam sehari bisa mendapatkan uang Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, maka kini tak ada lagi. Dapat Rp50 ribu saja sudah bersyukur.

AYO BACA : Ditagih Cicilan Mobil, Pria di Bekasi Gantung Diri

“Sehari malah bisa enggak dapat (order) sama sekali. Itu bukan cuma saya aja, yang lain juga sama,” ujarnya.

Pengemudi ojol lain, Husen mengaku sependapat. Dia berharap ada kebijakan lain yang lebih bisa mengakomodasi para pekerja informal seperti dirinya, tanpa mengesampingkan kewaspadaan pada Covid-19.

“Cukup Jakarta ajalah yang ada aturan begitu (PSBB). Kalau bisa Bekasi punya aturan sendiri. Aturan jam malam sudah bagus,” katanya.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Dua Terduga Teroris Kelompok JI Ditangkap di Bekasi

Jumat, 10 September 2021 | 13:49 WIB
X