Banjir Bandang Sungai Cikeas Sudah Diprediksi Pakar Hidrologi Sejak Lama

- Selasa, 30 April 2019 | 05:41 WIB
Sejumlah wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi terkena banjir akibat luapan Sungai Cikeas, Jumat (25/4/2019). (Dok. KP2C)
Sejumlah wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi terkena banjir akibat luapan Sungai Cikeas, Jumat (25/4/2019). (Dok. KP2C)

BEKASI, AYOJAKARTA.COM--Banjir bandang akibat luapan Sungai Cikeas pekan sebelumnya, sudah diprediksi jauh-jauh hari oleh pakar hidrologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Agus Maryono. Prediksi itu disampaikan kepada Komunitas Peduli Sungai Cikeas-Cileungsi (KP2C) yang rutin memantau kondisi sungai tersebut. 
 
"Dalam pembicaraan melalui sambungan telepon, Pak Agus mengatakan banjir bandang bisa melanda kawasan perumahan di bantaran sungai Cikeas bila aliran sungai tersumbat sampah bambu dan terjadi hujan ekstrem di hulu sungai," kata Ketua KP2C Puarman Kahar, Senin (29/4/2019).
 
Puarman menjelaskan, banjir Cikeas Jumat (26/4/2019) kemarin yang lantas melanda sejumlah pemukiman warga bukan berarti karena pemberitahuan berkenaan potensi banjir tidak berjalan. Hal itu sebelumnya sudah disampaikan oleh KP2C dalam laman website resmi, media sosial, maupun secara langsung, begitu juga petugas BPBD setempat. 
 
"Selain melalui pernyataan Pak Agus, saya jam 05.00 WIB hari Jumat itu sudah kasih info ke Ketua RW 36, 41 Vila Nusa Indah 3, Ketua RW 25 Vila Mahkota Pesona. Lalu jam 06.00 WIB ke Lurah Jatiluhur di perumahan Puri Nusaphala dan Camat Jatiasih. Itu juga dilakukan Kalak BPBD Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi," kata Puarman. 
 
Selain upaya-upaya tersebut, pihaknya juga bersama petugas BPBD di dua wilayah pada Februari lalu menginisiasi kegiatan susur sungai yang kemudian mampu mengangkut ribuan meter kubik sampah bambu Cikeas untuk mengurangi potensi banjir bandang, meski kemudian banjir itu tetap terjadi.
 
Puarman menceritakan, kala itu banjir melanda tujuh perumahan di Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor dan Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi. Alat titik pantau tinggi muka air (TMA) KP2C di sungai Cikeas menunjukkan elevasi lebih dari 500 centimeter air Cikeas. Adapun TMA normal di bawah 200 centimeter. 
 
"Terjadi kenaikan TMA sangat drastis yg menurut catatan kami merupakan TMA tertinggi selama 15 tahun terakhir. TMA Cikeas pernah naik hingga 450 centimeter pada 20 November 2014," katanya. 
 
Sedikitnya 1.124 rumah warga terendam banjir dan 600 halaman rumah warga tergenang air di Kabupaten Bogor. Daerah itu meliputi  perumahan Cibubur City, Vila Nusa Indah 3, RW 36, 41, 25, dan RW 4 Desa Bojongkulur. Data tersebut baru Bogor, sementara dampak di Jatiasih Bekasi masih dihitung hingga sekarang. 
 
Puarman berharap, selain informasi dari pihaknya bisa terus ditingkatkan, warga dan pemerintah bisa sinergis dalam upaya antisipasi masalah banjir. Salah satunya terhadap upaya menanggulangi sampah bambu Cikeas yang hingga kini masih menjadi momok aliran sungai.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Dua Terduga Teroris Kelompok JI Ditangkap di Bekasi

Jumat, 10 September 2021 | 13:49 WIB
X